Jumat, 29 Juni 2012

(buat para penikmat syair) PIKIRANMU ,PIKIRANKU- KAHLIL GIBRAN

puisi benar-benar me-LEGA-kan ... dapat menceritakan semua cerita dan emosi didalamnya dalam beberapa bait saja ... dan aku menemui banyak yg mewakili apa yg ku rasakan ...
salah satunya puisi karya KAHLIL GIBRAN ini :')

ngomong-ngomong , aku jadi teringat akan seseorang yang pernah mengatakan bahwa "tak semua org se-kuat  si 'fulan'..", meski hingga kini , aku yakin "tak ada yang tak bisa kuat" selama punya tekad, upaya ,dan Tuhan ., karena Tuhan telah melimpahkan segalanya utk manusia yg jarang bersyukur ini , apakah kamu msih bersama pikiranmu ? atau apakah aku masih besama pikiranku ?? entahlah ..




PIKIRANMU , PIKIRANKU   - KAHLIL GIBRAN


Pikiranmu adalah sebatang pohon yang mengakar di tanah tradisi dan cabangnya tumbuh dalam kekuatan tanpa henti.


Pikiranku adalah awan yang berarak di angkasa. Ia mengubah diri menjadi butir-butir yang ketika jatuh, membentuk sungai yang melantunkan jalan ke samudra. Kemudian ia naik lagi ke langit menjadi uap.


Pikiranmu adalah batang pohon yang kokoh, tiada badai dan topan mampu menggoyahkan.
Pikiranku adalah dedaunan gemulai, yang mengayun ke segala arah dan menemukan kegembiraan dalam setiap ayunan.


Pikiranmu adalah dogma kuno yang tak mampu mengubahmu dan engkau pun tak mampu mengubahnya.

Pikiranku baru, ia merasakanku dan aku merasakannya tiap pagi dan petang.

Engkau bersama pikiranmu dan aku dengan pikiranku.



Pikiranmu telah membuatmu memercayai perbedaan tingkatan antara yang kuat dan yang lemah, dan penguasaan terhadap yang sederhana oleh yang rumit.


Pikiranku menciptakan dalam diriku hasrat untuk menggali tanah dengan ujung kakiku, memetik hasil panen dengan sabitku, membangun rumahku dengan batu dan mortar dan mengibarkan pakaianku dengan benang-benang wool dan kapas.
Pikiranmu mendorongmu untuk mengawini kekayaan dan kehormatan.

Pikiranku memerintahkan kemandirian.
Pikiranmu memperjuangkan popularitas dan penampilan.
Pikiranku menasehatiku dan mewanti-wanti untuk mengesampingkan kepopuleran dan memperlakukannya seperti sebutir pasir yang terlempar di tepian pantai ketakterhinggaan.

Pikiranmu menanamkan dalam hatimu kesombongan dan keunggulan.
Pikiranku menanamkan rasa cinta damai dan keteguhan.

Pikiranmu melahirkan impian-impian tentang istana yang penuh berhiaskan perabot bertahtakan intan berlian, dan peraduan-peraduan bersulam benang-benang sutera.
Pikiranku berbisik lembut di telingaku, “Bersihkan raga dan ruhanimu meskipun engkau tak punya apa-apa untuk menyandarkan kepalamu”.

Pikiranmu dibayangi oleh pangkat dan kedudukan.
Pikiranku menahanku dengan kesederhanaan pengabdian.

Engkau bersama pikiranmu, dan aku dengan pikiranku….
[Kahlil Gibran, dalam Cinta Keindahan Kesunyian]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.