Aku baru benar-benar memakai jilbab (yang dibilang orang GAMISAN) semenjak masuk kuliah, sebetulnya jauh sebelum itu aku sudah mengenal kerudung dan memakainya , sejak SMP-sejak masih bersetatus ‘anak alay’, dan pastinya sejak sekolahku saat itu mulai MEWAJIBKAN murid-muridnya untuk berkerudung ,maklum saja , sekolahku termasuk dalam yayasan swasta islam yang cukup favorit di daerahku .
Oh , baiklah, sepertinya sosok kakak ku memang tak bisa dihilangkan dalam kisah pendek ini . Aku punya kakak perempuan, jarak kami 11 tahun ,jauh bukan ? kami sangat dekat, dia orang pertama yang memperkenalkan gamis di keluarga kami, dia yang gigih memperjuangkan hijabnya untuk dapatkan restu ayah-mama disaat orang gamisan masih begitu asing ,dari wanita muda yang begitu bersemangat dakwah dikeluarganya ini aku belajar banyak tentang hijab.
Tapi hanya sebatas itu , aku masih begitu naïf, ‘abege’,dan sebatas mimpi ‘pengen pake jilbab’. Hingga akhirnya aku mulai konsisten mengenakan kerudung karena terlanjur ‘gengsi’ dengan 'adek kelas' yang kebetulan satu tempat kursus bahasa inggris waktu SMP, “malu dong , masa kakak kelasnya lepas kerudung diluar sekolah”, begitu pikirku . Hingga akhirnya aku membiasakan diri dengan kerudung dan mulai ‘menyesuaikan sikap’ sebagai keberlanjutan dari proses berkerudung ini .
Kembali ke awal masa kuliah , kakak laki-lakiku yang umurnya 4 tahun lebih tua dariku , banyak berperan aktif disini ,kebetulan ia aktif di kegiatan dakwah kampus , kebetulan kami sekampus ,hanya saja beda jurusan .
Suatu hari
,dibandara saat mau pulang liburan , dia membahas soal jilbab yang lebih
sempurna.
Jujur saja ,waktu itu aku merasa tersudutkan, karena masih pake skinny jeans dan kaos2 asal dan kerudungan ‘seadanya’, bête karena ngerasa dianggep gak tau soal jilbab. Tapi , pada akhirnya ,aku pakai gamis di hari pertama kuliahku,penuh percaya diri .
Jujur saja ,waktu itu aku merasa tersudutkan, karena masih pake skinny jeans dan kaos2 asal dan kerudungan ‘seadanya’, bête karena ngerasa dianggep gak tau soal jilbab. Tapi , pada akhirnya ,aku pakai gamis di hari pertama kuliahku,penuh percaya diri .
Sesekali kalau gatal ,aku nyolong-nyolong
hang out pake jeans + kemeja favoritku , kayak main kucing-kucingan,
nampaknya.. aku berjilbab karena kakak
laki-lakiku saja ,karena gak mau dianggep gak tau tentang jilbab ,dan alasan
lainnya .
Namun, beberapa kali aku tertegun ketika ada pertanyaan yang sama selalu muncul ,
“kamu berhijab karena siapa ? UNTUK SIAPA ??”,
aku mencari jawaban jujur di lubuk hatiku dan keikhlasan untuk mengakuinya. Pertanyaan sendiri , untuk diri sendiri , malu .. sangat malu mengakuinya .
Pada akhirnya ,kini …semakin kesini ,aku semakin cinta dengan gamis ini, semakin nyaman dengan gayaku ini , yang tetap bisa aktif dan tak terbatasi dengan jilbabku ini .
Kini aku yakin , aku berhijab untuk siapa .. Tak lain untuk diriku , ‘melunasi’ kewajibanku sebagai makhluk-NYA , menjaga diriku , menjaga pemimpin keluargaku –ayah tersayang, dari siksa api neraka hanya karena anak-anak gadisnya yang tak berhijab , sungguh aku tak menginginkan hal itu terjadi kelak.
Do’aku kini , semoga aku , keluargaku , sahabatku , teman-teman dan gadis-gadis lain dibumi ini tetap istiqomah dengan hijabnya yang syar’i (aamiin).
Jika mulai tergoda , mungkin aku akan bertanya sinis kembali ke diriku
“Hayo , Untuk Siapa??”
hehehe ..
--------------------------------------------------
sayang banget , dibatasi satu halaman ,pake aturan spasi dan jenis huruf ,
banyak "cut and fill" nya deh :-P
tapi semoga aja bisa nginspirasi ,
berjilbab itu gampang-gampang susah .
GAMPANG make nya ,
tapi gak GAMPANG menjadikannya sebuah kelanjutan dan tetap konsisten alias istiqomah .
apalagi diawal pake gamis ,
duuuh , kangen rasanya bergaya 'casual sporty' , yang udah jadi image khas sebelum bergamis ,
kangen pake sneakers , kangen pake kemeja , dan aku gak munak ,sempet kangen di bilang 'keren' !
tapi , inilah pilihan ...
hidup di dunia gak selamanya kok .
memaksakan yang dipengenin-pengenin aja seumur hidup ,
gak menjamin bahagia dan kelanjutan di kehidupan 'esok' ..
mau se-keren apapun , semahal apapun yang dibayar untuk mode, se- pinter apapun kita,
kagak dibawa mati , justru malah diminta pertanggung jawabannya .
kalo ada yang nanya "emang bener bakal diminta pertanggung jawaban untuk semua hal ??"
jawabannya MUDAH ,
"kita sama-sama lagi MENUNGGU hari itu tiba , kita liat aja nanti ...
kita sama-sama menunggu pembuktian janji TUHAN ..."
;)
keep istiqomah ,girls
met aktifitas ! <3
-peace love and gaul :p
Namun, beberapa kali aku tertegun ketika ada pertanyaan yang sama selalu muncul ,
“kamu berhijab karena siapa ? UNTUK SIAPA ??”,
aku mencari jawaban jujur di lubuk hatiku dan keikhlasan untuk mengakuinya. Pertanyaan sendiri , untuk diri sendiri , malu .. sangat malu mengakuinya .
Pada akhirnya ,kini …semakin kesini ,aku semakin cinta dengan gamis ini, semakin nyaman dengan gayaku ini , yang tetap bisa aktif dan tak terbatasi dengan jilbabku ini .
Kini aku yakin , aku berhijab untuk siapa .. Tak lain untuk diriku , ‘melunasi’ kewajibanku sebagai makhluk-NYA , menjaga diriku , menjaga pemimpin keluargaku –ayah tersayang, dari siksa api neraka hanya karena anak-anak gadisnya yang tak berhijab , sungguh aku tak menginginkan hal itu terjadi kelak.
Do’aku kini , semoga aku , keluargaku , sahabatku , teman-teman dan gadis-gadis lain dibumi ini tetap istiqomah dengan hijabnya yang syar’i (aamiin).
Jika mulai tergoda , mungkin aku akan bertanya sinis kembali ke diriku
“Hayo , Untuk Siapa??”
hehehe ..
--------------------------------------------------
sayang banget , dibatasi satu halaman ,pake aturan spasi dan jenis huruf ,
banyak "cut and fill" nya deh :-P
tapi semoga aja bisa nginspirasi ,
berjilbab itu gampang-gampang susah .
GAMPANG make nya ,
tapi gak GAMPANG menjadikannya sebuah kelanjutan dan tetap konsisten alias istiqomah .
apalagi diawal pake gamis ,
duuuh , kangen rasanya bergaya 'casual sporty' , yang udah jadi image khas sebelum bergamis ,
kangen pake sneakers , kangen pake kemeja , dan aku gak munak ,sempet kangen di bilang 'keren' !
tapi , inilah pilihan ...
hidup di dunia gak selamanya kok .
memaksakan yang dipengenin-pengenin aja seumur hidup ,
gak menjamin bahagia dan kelanjutan di kehidupan 'esok' ..
mau se-keren apapun , semahal apapun yang dibayar untuk mode, se- pinter apapun kita,
kagak dibawa mati , justru malah diminta pertanggung jawabannya .
kalo ada yang nanya "emang bener bakal diminta pertanggung jawaban untuk semua hal ??"
jawabannya MUDAH ,
"kita sama-sama lagi MENUNGGU hari itu tiba , kita liat aja nanti ...
kita sama-sama menunggu pembuktian janji TUHAN ..."
;)
keep istiqomah ,girls
met aktifitas ! <3
-peace love and gaul :p
Bener bgt mbak, sebenarnya saya dulu risih juga kalo pake hijab, tapi ketika pakai hijab dari PRODUSEN MUKENA KATUN JEPANG saya malah lebih suka karena mukenanya nyaman, lembut dan adem. coba klik aja di www.mukenadistro.com.
BalasHapusMakasih ya mbak udah berbagi cerita...