Jumat, 14 Agustus 2015

aku kelak

Kelak, saat kau memasuki rak-rak yang menyempit di penghujung toko buku tua...
Akan kau temukan aku bercerita lewat judul-judul buku syair yang kau lewati
Kau takkan pernah merasa asing membacanya

Kelak, ketika mendengar alunan musik cinta realita
Kau akan mendengarku menyanyikannya ditempat yang pernah kukumandangkan asa disana, bersama..
Memahami derai makna yang pernah kubacakan suatu malam
Diantara badai dan kelam

Tiap kau menepi Dari hujan
Yang kau lihat adalah tarian sunyi
Antara aku dan mimpi
Jiwa muda nan ceria dengan sejuta luka

Seperti menemukan huruf vokal diantara apitan konsonan disetiap tulisan
Seperti itulah aku diantara kehidupan
Tak akan hilang ditelan kematian

Hembusan sejuk dan ronta dalam angin
Pandangan dalam mata
Tarian dalam Hujan
Maut dalam sejuta asa

Aku tak pernah membuat kutukan, sayang ...karena Aku selalu menyebutnya kenangan

Dan ...
Jika kau kelak mempertanyakan lagi  kenapa aku melalukan semuanya ...
"Aku hanya mencukupkan tugasku", begitu jawabku tenang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.