Rabu, 08 Agustus 2018

#RACAUMALAM- PERTANYAAN YANG TIBA-TIBA MUNCUL BEGITU SAJA

Entahlah, sudah lama rasanya menyimpan, merangkai, dan tiba-tiba ingin menulis namun menghilang dalam sekejap hanya karena rasa lapar, malas, ataupun kesibukan yang tak dinyana.
ah ! Entah kenapa kali ini begitu kacau, feels like a shitty girl since this evening. Hingga akhirnya mengambil istirahat disela-sela lembur untuk deadline besok pagi.

kalau kamu termasuk orang-orang yang paham dengan dirimu.. pasti pernah bilang gini ,"sudah.. sudah.. sepertinya ini sudah tidak menyehatkan untuk diriku" (pernah nggak sih ?) termasuk saat kamu memasuki beberapa ranah yang energinya ternyata begitu menguras dan tidak baik buatmu (include those toxic people ;p)
Yah, kira-kira saya merasakan energi yang 'bobrok' akhir-akhir ini... dan sedang menganalisa "hal apa yang memicu" sehingga bisa segera sembuh. Karena gak baik juga berbagi energi negatif dengan semesta... eveeeennn~ mereka bisa netralize gitu, dan justru me re-charge energi baik ke kita :')
*duh baiknya~

well.
Saya buka-buka SOSMED dan tiba-tiba muncul pertanyaan setelah membaca sebuah caption.
Saya sendiri tidak tahu yaaaa, apakah ini dipercaya oleh semua manusia atau mayoritas manusia di muka bumi. Begini.
Saya sungguh penasaran, apakah menjadikan sosok laki-laki sebagai 'tokoh pelindung, pengayom, pemimpin, penentram hati' benar-benar dipercaya sebagai kodrat, ataukah itu semua hanyalah doktrin yang dibentuk oleh ribuan generasi diatas kita ? Ya... benar... apakah itu termasuk hasil dari buah patriaki yang mengakar dan berbunga lalu berbuah kemana-mana itu ?

Karena, tidak sedikit ku melihat kenyataan, bahwa laki-lakipun menjadi korban dari standar itu semua. Tentu saja itu tugas yang berat lho bagi laki-laki (ya gak sih ?)
Tapi kenapa 'mereka' harus punya standar melindungi, mengayomi, memimpin, dan menentramkan ?
Lantas jika mereka ingin dilindungi ... siapa yang akan melindungi mereka ?
Tidakkah kita semua perlu sebuah lindungan -itu kenapa kita meminta pada Yang Kuasa untuk sebuah perlindungan dari segala marabahaya ataupun hal-hal yang tidak kita harapkan ???

tidakkah itu mengusik logika ?
entah kenapa rasanya makin iba dengan kaum adam.
apakah ini terasa adil ?

Sebagai contoh, mirip dengan yang pernah kutulis beberapa waktu lalu tentang patriaki.
laki-laki dituntut untuk selalu kuat, tidak boleh menangis, tidak boleh lemah.
Bukankah menjadi kuat itu menjelma pilihan ?
dan bukankah tidak ada yang ingin tidak bahagia, dan tidak ada yang tidak ingin selalu kuat ?
bahkan tidak ada yang mengharapkan kegagalan. Tapi kenapa lelaki tidak boleh gagal ?
kenapa laki-laki harus mengalami tekanan sebanyak itu ?


Itu sebabnya, saya merasa ada keganjilan yang menciptakan tanya.
Tidak bisakah kita, sosok perempuan yang terkenal tangguh dan serba bisa meski hidup sendiri seumur jantung berdetak - kini hadir sebagai sosok yang 'melengkapi' bukan sebagai penyandar. Tapi untuk menjadi tempat sandaran ? pelukan hangat tempat tangisnya berpulang ? pundak tegar yang mampu menopang kepala yang berpeluh ? badut romantis yang menghangatkan suasana ?

Maka, tak ada lagi lelaki yang terobsesi untuk menjadi Alpha hingga menyakiti mentalnya.
pun tak ada wanita alpha yang merendahkan diri untuk tidak nampak tangguh.

tidakkah itu lebih terdengar manis, adil, lembut, lagi membanggakan ???
:''')))))))


entah kenapa, perasaanku kini membaik setelah menuliskan ini semua.
ahahahaha.
baiklah. selamat beristirahat dan membuat hal baru nan baik di esok hari, segeralah sembuh untukku dan kalian semua yang mungkin merasa sendirian saat ini.
percayalah, setiap pundak akan mampu menopang apa yang dipikulnya masing-masing.
Tuhan kan desainer terbaik !

Aku kembali bekerja~

Yogyakarta, 08082018
masih dingin, sendirian di kantor, alamat pulang larut atau pagi :'D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.