Senin, 15 Februari 2016

Meranggas

Bagaimana bisa aku mencintai hujan dan kemarau sekaligus ?
Sedangkan epidermis baru saja sukses meranggaskan beku sisa musim basah yang lalu,
Tak berbekas.
Dan hangat seolah tak akan pernah terlepas


"Doaku, selalu sesederhana itu..."

Minggu, 14 Februari 2016

Cinta jakarta

Ia seringkali 'lupa' kalau harus memasang wajah dingin ditengah terik
Lengah, mungkin..
Kasih sayangnya bocor ditengah sabtu malam  melankolis.
Kecolongan hingga pagi minggu membisikkan investigasinya melalui celah gorden
Hangatnya agak dingin...namun aku tau
Ini romannya JAKARTA.

#selamat hari minggu~
Salam Dari jakarta yang sedang menebar cinta. (Tentu saja dia gak mengakuinya ;p )

Rabu, 27 Januari 2016

Kita

Kita bergerak beriringan
Aku melihat kaki telanjangmu
Begitupun dengan kamu dan mereka
Masing-masing kita pasang ancang-ancang
Melawan nyeri, panas, dan takut di telapak kaki yang menjalar ke ubun-ubun
Bersiap terbang dengan ataupun tanpa sayap
Memburu waktu memburu harap
Mempercayai tali temali yang dikira benang berwarna merah
Dengan ataupun tanpa adanya nyali
Kita siap terbang dan terima resiko mati

Senin, 25 Januari 2016

Puisi

Kau bilang aku lautan, hujan, angin, kemarau, awan, hutan, bahkan ilalang yang liar dan bergoyang jika tertiup hembusan
Kau susun aku sedimikan rupa menjadi bait-bait sastra penerjemah rasa...

Nyatanya, Kamulah puisi yang sebenarnya.

Minggu, 24 Januari 2016

Berbagi

" izinkan aku berbagi mimpiku
Janji yang kubuat untuk diriku sendiri
atau mungkin dapat kau terjemahkan
Sebagai harap dan doa yang ku aamiini sambil upayakan untuk nanti "


Rabu, 20 Januari 2016

MAAF

Tak perlu buru-buru minta maaf
Jika belum benar-benar ingin minta maaf
Dan tak perlu buru-buru memaafkan
Jika belum benar-benar sanggup memaafkan

Karena keduanya sakral
Butuh keberanian dalam pengakuan dan keihklasan total dalam melakukan
Kau tau apa itu ikhlas ?
Ilmu akan penerimaan secara totalitas yang tiada akhir.

Sungguh, Manusia tak seluas permaafan Tuhan...
jangan pernah membandingkan.
Ampuni kami-Mu wahai Tuhan,
Kami-Mu yang begitu kecil, egois, dan serba sempit ini.