sekedar wadah untuk 'perbuatan' tanganku yang pecicilan ,
beberapa buah pemikiran yang terinspirasi oleh apapun dari jiwa yang begitu terpesona dengan kehidupan , setiap detail rumit dan mudahnya ...
selamat mencicipi kisah para reseptor dan emosi dari tangan yang masih begitu 'mecicil' dan liar ...
Senin, 25 Januari 2016
Puisi
Kau bilang aku lautan, hujan, angin, kemarau, awan, hutan, bahkan ilalang yang liar dan bergoyang jika tertiup hembusan
Kau susun aku sedimikan rupa menjadi bait-bait sastra penerjemah rasa...
Nyatanya, Kamulah puisi yang sebenarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.