Kamis, 25 Oktober 2012

CAMPUR-ADUK yang MENYENANGKAN

mencoba menenangkan diri di sebuah bangun ruang berukuran tiga kali tiga meter ,
penuh kertas , rak berisi buku dibagian atas , dan stok makanan instan di bawahnya ,
dalam ketenangan terus meruntuhkan dan membenci  standar-standar yang menjudge
mengenai PATOKAN KEBAHAGIAAN

masih dalam posisi menolak
menolak judge-judge kejam dan sok asik
yang berasal dari ego tentang KESUKAAN seseorang terhadap suatu hal
dan menghina sosok yang lain yang tak menganggapnya hal yang asik ,
memuakkan !

banyak pertanyaan kritis didalam kepalaku
kepala yang dibungkus dengan jidat lebar 'ceria' diluarnya ,
kenapa tak bisa menghargai selera yang berbeda ??
kemudian disatu sisi , jiwa ini berkaca diri..

jiwa dewasa 'nyaris tak labil lagi'  ini sangat gengsi ,
gengsi dan malu jika sampai hati melakukan hal 'A',
namun melarang jiwa lain melakukan hal A
dengan kata lain - MUNAFIK
JANGAN SAMPAI !

kemudian kembali merenungkan hal yang lain
sengaja melepaskan diri dari semua beban
yang membuat aku berpikir
"APA AKU MULAI GILA ?? "

merasa begitu lemah di hari kemarin dan kemarin
rasanya dulu sering alami hal yang jauh lebih berat ,
tapi tak pernah merasa selemah ini ,sayang ..
tak pernah ..

tak pernah mengeluh , tak pernah menghujat
tak pernah melemah , apalagi menangis ..
tapi itu sebelum kemarin ,
sebelum takdir baru muncul ..

menyesali kenapa begitu lemah
menyadari bahwa diri makin malu melihat banyak yang lebih menderita
dengan cobaan yang lebih besar
namun mereka tetap tegar tanpa keluhan sedikitpun
MALU !

kuhidupkan televisi tua 24' lungsuran kakakku
membolak-balikkan antena dalam ,
mencari gambar yang lumayan jelas untuk dinikmati
sambil menyantap sup makaroni instan yang masih panas

aku mengamati , menikmati setiap rasa yang telah kutambahkan kecap ke kuahnya
mengikuti alur ROMAN PICISAN yang begitu menghibur
membuatku yakin bahwa aku masih berjiwa indonesia sekali
-tau jalan cerita , tau endingnya , namun masih mencintai roman picisan menggemaskan macam ini-

tertawa kecil
tersenyum didepan cermin -lebar
memainkan mimik wajah yang lagi berbahagia karena tidur cukup
masih dengan wajah bahagia menikmati kehidupan yang masih cukup membuat kaku

menghidupkan musik pop-rock yang bercampuran di dalam folder musik
menikmati setiap alunan musik dan liriknya ..
menjelma menjadi jiwa yang begitu tak perduli hari esok
kemudian berubah menjadi jiwa yang masih menyembuhkan rasa sakit hati
berubah lagi menjadi jiwa yang kuat ,dan kembali ke dunia nyata

aku takut ...
aku takut kedewasaan mengubahku
aku takut dunia dewasa memaksaku untuk tak bisa lagi mencintai mimpi mimpi ajaib
aku takut jiwa dan keajaiban yang kubangun meruntuh
aku khawatir ...

kemudian teringat para sahabat dan kawan lama ,
mencoba mengikat kembali tali ,melempar ke sebrang hingga mampu mereka jangkau , mendoublenya, mengikat di sisi yang ku pegang
mencoba menyambung yang hampir putus , dan mengeratkan yang masih kuat ..

tak suka berbasa-basi hanya untuk mencari keuntungan
aku sedang membangun 'jiwa perintis'
perintis persahabatan yang indah
perintis kawan yang tak lupa kawan lama
membiasakan diri menghilangkan gengsi demi arti pertemanan yang tak hanya
pernah dijalin , akan dijalin , maupun yang sudah dijalin , tapi berusaha membuatnya TERUS terjalin baik

merintis seluas-luasnya sistem penyatuan jiwa dengan siapapun di dunia  ,
tak perduli dengan jiwa-jiwa yang ANTI PERTEMANAN , terlalu banyak pilih-pilih
dan menjudge jiwa sepertiku didunia kecil ini

memperkuat pertahanan diri -yang tebal, kokoh , tanpa ampun- terhadap komentar-komentar sinis tentang caraku hidup , caraku mencari kebahagiaan , caraku berpikir , caraku bertahan ,caraku maju dan berkembang-

karena , setauku , selama yang kita lakukan positif dan tak merugikan pihak manapun , dan tak keluar dari jalan NYA , aku rasa tak ada yang berhak MENGHAKIMI seenak jidat ,
SELEBAR APAPUN JIDAT YANG DIMILIKI OLEH MANUSIA ITU
:')

semuanya tiba-tiba bercampur aduk ,
aku tak mampu berhenti berpikir , mengamati , dan belajar
kapanpun dan dimanapun , aku tak mampu menghentikan tubuhku memutuskan reseptor-reseptor lincah dan sensitifnya , tak mampu membiarkannya lumpuh ,
karena kehidupan ini yang mendewasakanku ...

aku tak bisa menghentikan sebuah proses kehidupan
aku tak mampu mempercepat maupun memperlambatnya
aku hanya membiarkannya  lepas , liar , dan bergembira
membiarkannya menikmati setiap rasa yang mampu ia rasakan ..

aku membiarkan diriku tenggelam dalam kehidupan ,
yang semrawut,
yang membingungkan, hingga aku tau , harus melakukan apa , harus membuat jalan baru atau bagaimana ?
aku membiarkan diriku berpikir , belajar dari apa yang ada di diri ,dan tak segan dan gengsi belajar dari jiwa yang lain dengan pengalamannya ,

terkadang ada rasa penasaran ingin mengetahui dan menyentuh sisi misterius beberapa jiwa yang memikat perhatian di beberapa MOMEN dan beberapa hal , tentang awal mula , dan sisi rapuh dibalik semuanya..
untuk belajar , dan memenuhi kebutuhan naluriku yang haus akan gairah kehidupan dan memuaskan rasa penasaranku ..

ya ,, dengan kata lain , aku menghilangkan depresi dengan belajar hal yang lain
aku tak mampu jika harus diam
aku tak sanggup jika harus MENERIMA BEGITU SAJA
malu jika nampak hidup DATAR dan KAKU ,
karena sebenarnya aku fleksibel
namun aku tau batasan , aku sadar akan siapa aku , bagaimana aku , apa yang aku inginkan , dan apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan suatu hal tersebut ..

belajarlah -namun tetap pada jalan NYA ..
tetap menyembah dan ta'at padanya - supaya gak sesat ..
apa salahnya ?


rasanya tak ada ...selama kita masih menjadi hamba-NYA yang serba numpang di dunia ini :')

ya ,,, aku membiarkan semuanya BERCAMPUR ADUK , memusingkan diri sendiri ? entah bagiamanapun kalian menyebutnya ,, tapi aku bisa berbahagia dengan segala yang memusingkan ..
meski aneh , tapi aku juga masih manusia normal ,
aku percaya , smua orang punya cara untuk membahgiakan dirinya , jangan menjudge siapapun yang tak seperti dirimu , yang mencari kebahagian tidak dengan jalanmu ,selama ia melakukan hal positif untuk dirinya ,dan tidak merugikan orang lain , rasanya kita tak layak menjudge apapun yang buruk tentangnya - JANGAN PERNAH menjadi jahat ...

carilah kebahagian ,segala bentuk kebahagiaan positif , dan jangan pernah mematok STANDAR KEBAHAGIAAN -standar yang me MUAK kan , MENYULITKAN, MEMAKSAKAN, dan MAHAL

oia.. jangan lupa bersyukur , yakinlah ..
KITA AKAN BERBAHAGIA dengan hal-hal kecil disekitar ...
sekecil apapun kawan ;*


-met rehat -
happy idul adha




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.