Jumat, 19 Oktober 2012

TAK SEGAMPANG ITU :)

menjalin persahabatan itu gak segampang beli cabe di warung sayur lho ..
"bu beli cabe sekilo" , "oh ,ini mbk.."

-TIDAK SEGAMPANG ITU-

butuh toleransi besar , butuh rasa hormat satu sama lain, penerimaan tulus, WAKTU , profesionalitas, dan masih banyak...

tapi YANG BERANI bersahabat , ia harusnya konsisten dengan pilihannya utk jadi seorang sahabat bagi jiwa yang lain ,
BUKAN nya datang dengan manis d
an pergi dengan hina berulang kali dan seenak jidat ,
BUKAN cuma bisa ADA , tetapi MELENGKAPI ...
dan BUKAN bingung kenapa 'sahabat' nya BERUBAH,
TAPI introspeksi ,kesalahan apa yg membuat sahabatnya berubah dan

PASTINYA , dia tak akan terpikir ,apalagi TEGA menyakiti sahabatnya dengan cara APAPUN ...

-itu yang ku tau dan aku terapkan dalam sebuah persahabatan-

entah MAKHLUK MENGERIKAN macam apa , yang bisa-bisanya datang tanpa rasa bersalah , memohon pertolongan ,sedang mantan 'sobat'nya sudah mencoba menjauh karena kesalahan fatalnya ,
BISA-BISANYA dengan begitu tak tau diri memasang wajah memelas dan mencoba memanfaatkan ketulusan 'mantan' sohibnya itu ... membujuk untuk kembali seperti ngajak ribut -seolah gak pernah berbuat apa-apa dan tak sadar bahwa telah melukai dan meruntuhkan dinding kepercayaan orang yang dulu begitu tulus berteman ..

ENTAH MAKHLUK KEJAM dan TAK TAU DIRI  macam apa , yang masih mampu berucap palsu , yang setelah di sayang dan begitu dipercaya, kemudian  berhianat , menjatuhkan , membenci , kemudian minta maaf dengan menyatakan ketidak tauan nya akan KESALAHAN BESAR nya , kemudian meminta kita kembali padanya MELALUI PERANTARA yang lain...MASIH PULA berharap -bodoh- agar kita yang menyapanya lebih dulu ...
sungguh tak tau diri ... masih untung dimaafkan ..

setelah dengan kuatnya menghujamkan pedang ,dan meruntuhkan dinding kepercayaan ,,
rasanya tak berhak seseorang itu memaksa ia mengulangi TRAUMATIS nya sedang lukanya masih begitu basah dan butuh waktu untuk merapikan perasaanya ..

dan JANGAN PERNAH MENYESAL , jika orang yang dulu mampu bersahabat dengan mu , menerimamu dengan tulus , membantumu tanpa menghitungnya ,
akan menciptakan sebuah  PEMBATAS BESAR dan KOKOH  untuk menghalangimu masuk kedalam wilayah teritorialnya ...

maka , BERHATI-HATILAH  ketika kamu memutuskan untuk bersahabat , berhati-hatilah dan latih dirimu untuk bisa konsekuen , nerimo , konsisten ,dan terus berusaha menjadi pelengkap terbaik untuk sahabatmu ...
keterbukaan dan kepercayaan itu hal utama ,ibarat soup... komunikasi itu ibarat api kecil yang menghangatkan kuah kaldu di dalam panci agar tetap hangat dan TIDAK BASI , profesional itu ibarat garam dalam bumbu ungkep ikan goreng yang tak hanya menjadi bumbu si ikan ,namun jadi 'pengawet' si ikan ..

bukan melarang bersahabat ,SANGAT BUKAN , tapi aku hanya mencoba berbagi dan mengingatkan
BETAPA persahabatan itu tak semudah beli cabe di warung sayur , baru saja bertemu dan semudah itu menjadikannya persahabatan ..
belajarlah untuk tetap jadi jiwa yang terbuka dalam pertemanan  ,dan selektif dalam mencari sahabat-belahan jiwa mu ,
karena persahabatan yang ASLI lah yang harusnya mampu merubah mu dari ulat menjadi kupu-kupu ...

partner terbaik ,menerimamu dengan penuh keikhlasan akan watak mu, menasihatimu ketika kamu mulai melenceng , menunggu mu ketika kamu tertinggal di tikungan , saingan sehat mu dalam berlari mengejar mimpi , yang mencintaimu dengan tulus , yang tak akan dengan sengaja menyakitimu dan tak akan mengulangi kesalahan dua kali apalagi lebih dari itu ,dan tak akan mendendam padamu ...
sayangi lah sahabatmu ,
berlatihlah bersama untuk menjadi sahabat profesional 
belajar bersama untuk menjadi jiwa kuat dan tulus yang saling mengasihi dan menghormati
dan InsyaALLAH , ketulusan akan membuat Tuhan berkenan memeluk dan mengeratkan kalian ...
percayalah ..


- hanya berbagi pengalaman, kupersembahkan untuk jiwa-jiwa yang haus akan persahabatan yang tulus dan menakjubkan -

MET REHAT SOBAT ,
;*


1 komentar:

  1. sbnrnya,
    sll ada waktu utk kesempatan kedua.
    bune jg pernah mmberikan kesempatan kedua pd sebuah persahabatan.

    hehe,
    tp kadar pengkhianatan itu mm subjektif.
    krn kadang, bunepun ogah mmberi kesempatan kedua utk dosa2 besar
    (hihi)

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.