Rabu, 12 Desember 2012

"JIKA ----> MAAFKANLAH "


Jika aku segundukan awan yang mulai menghitam ,
maafkanlah atas keceriaan yang tertunda karenanya

jika aku bulan Desember ,
maafkanlah segala emosi yang muncul bersamaan dengan hujan dan petir

jika aku seiris kue ,
maafkanlah potongan yang begitu sederhana , naïf dan kurang mengenyangkan

jika aku sebuah kenyataan,
maafkanlah hal yang pahit dan kurang meng-enak an

jika aku seorang penggebrak ,
maafkanlah gebrakan-gebrakan baru  yang kurang berkenan
Jika aku adalah batu ,
maafkanlah kekerasan hatiku

jika aku kubangan lumpur,
maafkanlah karena mengotori sepatumu

jika aku sepotong baju ,
maafkanlah benang-benang kecil yang menjulur diantara jahitan

jika aku terlalu frontal ,
maafkanlah ketidak gegabahan yang kuambil (dengan sengaja) dan tau resiko yang kutempuh demi kepuasan batin

jika aku seorang anak kecil yang begitu polos
maafkanlah setiap kata merajuk dan kejujuran yang terlanjur terucap

jika aku sebuah kaset ,
maafkanlah setiap hal yang kurekam sesuai keinginanku

jika aku adalah takdir ,
maafkanlah jika tak sesuai  keinginan

jika aku mensinisi ketidakadilan ,
maafkanlah kesinisan-kesinisan tersebut , sekalipun tak ada yang mengerti sejauh apa aku telah menelitinya sehingga mampu membuat kesimpulan

jika aku benar-benar hidup,
maafkanlah hasratku yang begitu menghidupi kehidupan

jika aku adalah aku ,
maafkanlah jika aku terus menuntut ketulusan
dan berlaku selayaknya diriku ...

maafkanlah setiap perbedaan dalam berpikir , berucap , bercanda, berpendapat , bahkan reseptor sensitifitas penilaian tentang kehidupan ..

jika semua itu tidak mengganggu kamu atau siapapun kecuali sosok yang ku tuju ,
tak perlu diperdulikan , tak perlu masukkan ke hati , maafkanlah ...



bulan Desember kembali menunjukkan kemahirannya dalam berbagi ilmu kehidupan ,
hingga aku mampu menyimpulkan

" terkadang suatu jiwa membutuhkan sedikit sensasi dalam menghidupi jiwanya ,
suatu perasaan dimana tak ingin dikontrol suatu aturan apapun ,
perasaan seperti sengaja ingin berbuat seenak jidat ,
tidak memperdulikan apa kata orang ,dan menunjukkan ketidak takutan kita akan suatu makhluk apapun selain Tuhan ,
dan SENGAJA ingin menjadi sosok tidak bijaksana ,dan sengaja mendekati bahaya  - dengan kondisi BENAR-BENAR SADAR dan tau resiko nya -- yang siap kita terima "


analoginya (semisal) seperti ketika aku begitu marah , kemudian sengaja ngebut-ngebutan saat bermotor  untuk menghilangkan kekesalan , aku tau resikonya -mungkin aku jatuh atau bahkan tewas- tapi entah kenapa aku tetap puas saat melakukannya ..dalam kondisi sadar , aku benar-benar tau resikonya bukan ?
ya . semacam kepuasan itu lah ...
tak semua hal yang memiliki banyak resiko dilakukan dengan tidak sadar ...

kehidupan begitu rumit dan menggoda untuk dibahas bukan ? :-/

selamat bulan desember :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.