ku sangka aku tuli , ternyata aku tak punya telinga
ku sangka aku buta , ternyata aku tak punya mata
ku sangka aku bisu , ternyata aku tak punya lisan
ku sangka aku mati rasa , ternyata aku tak ber reseptor
ku sangka aku keji , ternyata aku tak punya hati
ku sangka aku mati , ternyata aku tak pernah hidup
kemudian kucari siapa aku
ternyata aku sebongkah batu besar
berharap menjadi manusia ,
tapi disatu sisi aku tak ingin ..
tak ingin menjadi manusia bertelinga namun tuli
berhati namun beku
bermata tapi buta
berlisan tapi bisu
bereseptor tapi mati rasa
mengira hidup , tetapi mati
kadang , aku ingin menjadi ayam ..
yang selalu bersemangat mencari bebijian di antara tanah
tak pernah mengeluh
bangun pagi- pagi buta , kemudian berteriak kencang , berkokok
membangunkan orang-orang yang mungkin baru saja terlelap
kemudian pergi cari makan ,
disaat sore menjelang dia balik ke kandang ,
sudah gemuk , lalu dipotong untuk lauk keluarga ...
hidupnya jelas , bermanfaat ..
kalau manusia ?
entahlah , aku meragu dengan pintaku ...
mungkin ada hikmahnya Tuhan ciptakan aku menjadi batu ...
mungkin aku akan lebih bangga diicptakan menjadi batu besar
dimana musafir bisa bersandar dikala lelah ,
anak-anak berjinjit-jinjit diatasku untuk melihat pemandangan sekitar
atau sekedar untuk tempat bersenda gurau para remaja tanggung
genjrang-genjreng bermain gitar ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.