salah satunya beralun nikmat 'kupu-kupu kertas' ...
membawa jiwaku pergi sebentar meninggalkan kesibukan duniawi menuju suatu alam yang rasanya tak asing , namun aku tak tau dimana
membawaku menemui sosok yang tak asing , sosok yang terlalu lemah ,dan terlalu kuat dihadapanku dua sekaligus ,
membuatku malu sekaligus membenci , hmm ..
begini liriknya , kurang lebih ..
'' Setiap waktu engkau tersenyum
Sudut matamu memancarkan rasa
keresahan yang terbenam, kerinduan yang tertahan,
duka dalam yang tersembunyi , jauh di lubuk hati
Kata-katamu riuh mengalir bagai gerimis
Seperti angin tak pernah diam
selalu beranjak setiap saat
menebarkan jala asmara, menaburkan aroma luka
Benih kebencian kau tanam , bakar ladang gersang
Entah sampai kapan berhenti menipu diri
Kupu-kupu kertas
yang terbang kian kemari
Aneka rupa dan warna
dibias lampu temaram
ho ho ho ho hoMembasuh debu yang lekat dalam jiwa,
mencuci bersih dari segala kekotoran
ho ho ho ho
Aku menunggu hujan turunlah ,
aku mengharap badai datanglah ,
Gemuruhnya akan melumatkan semua
kupu-kupu kertas "
-----------------------**-----------------------
meskipun sudah kuulang berkali-kali maksud dari bait terakhir yang nampak menginginkan kupu-kupu kertas terlumatkan gemuruh ...
namun hingga kini belum tau makna pastinya ,
aku tetap merasakan suatu yang mendalam antara lagu ini dan seonggok jiwaku yang tak seberapa ini ..
sebenarnya lagu-lagu EBIET tak pernah 'asing' karena ayah selalu memutarnya di mobil ,menyanyikannya di beberapa kesempatan , dan menjadi bahan penilaian saat aku paduan suara di sekolah .
namun , sekali lagi ... ada sesuatu yang 'mencolek' jiwa saat aku kembali mendengarkannya dengan seksama ...
-'belaian kupu-kupu kertas' -
SATURDAY , not SAD-U'R-DAY , yeaaah :')
met rehat :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.