aku tertawa getir menonton kartun satu ini ..
nyatanya ,kehidupan tak semudah dongeng thumbelina ,sayang ..
yang muncul begitu saja dari dalam bunga dari bibit ajaib
langsung mempesona dengan rambut panjang tebal pirangnya,
pandai bicara , suara merdu , tubuhnya hanya sebesar ibu jari
namun begitu banyak tokoh yang dibuat terpesona olehnya
sayangnya , thumbelina bukan tokoh yang layak ditiru atau didamba (kurasa)
dia plin plan dan mudah menyerah .
suatu ketika dia diculik oleh ibu kodok untuk dijadikan calon istri anak kodoknya
yang aneh dan jelas tidak thumbelina cinta
namun , thumbelina tidak cari cara untuk segera kabur , malah ikut-ikutan berdansa bersama ,
begitu juga saat dia dijodohkan dengan tikus tanah ,
dia pasrah, hanya karena mendengar pangeran perinya mati . malu-malu kucing .
thumbelina juga sesumbar tentang pernikahannya ,
padahal .. ia hanya bertemu satu kali dengan pangeran peri
dan dijanjikan dikenalkan dengan raja dan ratu peri .
memancing ‘pemuja’ lainnya marah dan berusaha menculiknya
bahkan berusaha membunuh pangeran peri .
meski pada akhirnya pangeran selamat dan menikah dengannya , tapi
entah kenapa , kisah cinta di dongeng ini terlalu ‘wagu’
untuk sekedar dibayangkan di umur yang meninggalkan masa remaja ini . (haha)
menyedihkan jika ternyata kita terhanyut dan terjebak di dalam dongeng untuk selamanya ,
dongeng itu ajaib , sayangnya keajaiban terkadang ilusi ...
jangan biarkan dirimu terjebak dalam tumpukan ilusi , sayang ...
karena kita bukan thumbelina ataupun sejenisnya ,
:-)
tetaplah tulus , positif , dan mempesona secara alami namun bukan dalam ilusi ...
<3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.