"bangun .. hey.. banguun"
"aaah! aku masih ngantuk",seruku setengah sadar.
suaranya rendah namun syahdu..
menyeru dari balik jendela
enggan menyerah
"ayolaah.. aku kan sudah datang berkunjung ",jendela menekuk kalimatnya
membiarkan angin meniup masuk lewat celah dan ventilasi atas.
aku menutup wajah dengan selimutku ..
hening.
tak enak hati sendiri .
'akhirnya' .
dia sumringah melihatku menyibak tirai
seperti dia tau aku takkan biarkannya sendiri di luar.
"tunggu diteras sebelah timur",aku ketus
tersenyum .apa gak bosen dia ? pikirku
aku duduk .
dingin.. seperti biasanya kalau dia datang
"ngapain pagi pagi udah dateng ?"
"lebih seger kan udaranya ?", pertanyaanku gak dijawab
"aku males banget keluar kayak gini pagi pagi tau gak ?!"
dia cuma tersenyum, tak terlihat kesal
dia terus menatap sambil tersenyum
"...kayaknya kita gak jodoh...",ceplosku egois
dia diam, senyumnya masih tersisa.
kali ini pahit ..
pagi itu kami menyisakan diam ..
hingga dia pamit pulang dengan senyum dan hawa dingin di udara..
hujan lenyap dalam hitungan detik
patah hati ?
nampak jelas di wajahnya
namun kesegaran aromanya masih tertinggal disini
meninggalkanku dengan perasaan yang aneh
dan balik menyerang batinku .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.