Sabtu, 22 Februari 2014

'setangkai mawar'

seperti setangkai bunga mawar di pekarangan
yang berharap kupu-kupu suatu hari bermain dengannya,mencintainya
segala upaya ia lakukan
menyerap sari makanan
memanjangkan akarnya ke bawah
berharap lebih tinggi
pucuk baru diatas
hingga terlihat oleh serangga serangga cantik idolanya

gigih sekali..
keras hati harus memiliki hati si serangga
tak peduli dengan sekitar yang menatapnya pedih,kasihan
tak diakui.

setiap serangga terbang di sekitar
tak lupa ia pun cari perhatian
mengorbankan tangkai tinggi langsingnya tertiup angin kencang
kekeuh.

apapun ia lakukan.
menyedihkan..
sedangkan tanaman lain disebelahnya pun tak pernah ia tatap

boro-boro
rumput kini tak peduli
apalagi semak melati
melihatnya pun bosan
terluka sendiri
namun esok kembali cari perhatian lagi

semua lelah dengan mawar berduri
yang tak henti mencari
serangga yang diingini
sedang yang ada tak pernah disyukuri

dilain sisi
serangga akan tetap menjadi 'serangga'
baginya sesama serangga adalah teman sejatinya dan mungkin cintanya..
karena mereka sebangsa serangga.

dan bunga baginya tetaplah bunga..
sumber makanan utama bangsanya
hanya madu yang ia butuhkan
secantik apapun tampak si mawar

betapa tak adilnya ?
pikir si mawar
ia memaki tajam
sakit .. pastilah
tapi itulah kenyataannya
bahkan Tuhan dijadikannya kambing hitam
atas 'ketidak adilan'



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.