aku mengendap-endap
melangkah dengan sangat hati-hati
mengintip kehadiranmu lewat jendela
1 x 1,5 meter
tanganku tak kuasa mengangkat ensel jendela
baru saja terbuka 30° dengan penyanggah
angin dingin menyerbu wajahku dari 2 penjuru
mengecup berebutan, buatku berisik dan panik
kau menangkap sosokku
menyembul senyuman yang meluruhkan jiwa raga
"hai ?",sapamu lembut
dan dari balik jendela 1 x 1,5 meter ini
aku hanya terdiam malu
membisu karena disumpal penuh angan tentangmu
merindu karena tak mampu memelukmu
hujan, kau temui aku.
kau selalu menyapa
meski terbingkai 1 x 1,5 meter
dibalik kaca dan kayu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.