Sabtu, 08 November 2014

"hai !"

"akhirnya !"
aku berlari ke jendela , menempelkan wajahku ke jeruji dingin dengan aksen melintir dengan warna polosan .
hidungku kembang kempis memaksakan banyak udara kuhirup sekaligus, rakus
senyum-senyum sendiri kearahmu, menghayati aroma yang kau semburkan keudara bebas dari balik jendela .

"kangen !"
aku tertawa manja, ingin sekali memelukmu, 
menari-nari bebas tanpa aturan tertentu, tanpa skenario berliku
dan kamu menyambutku dengan senyuman syahdu
seperti waktu di masa yang lalu

rasanya baru kemarin ,namun sudah begitu merindu
kamu bisa pergi dan datang kapan saja tak kenal waktu 
anehnya aku tak pernah ragu kepadamu
karena kemanapun aku pergi ,dan kemanapun kamu menghilang
aku selalu jadi rumahmu pulang

aku mencintaimu, wahai Hujan...


-Yogyakarta, Romansa Hujan di Bulan November

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.