aku berlari ke jendela , menempelkan wajahku ke jeruji dingin dengan aksen melintir dengan warna polosan .
hidungku kembang kempis memaksakan banyak udara kuhirup sekaligus, rakus
senyum-senyum sendiri kearahmu, menghayati aroma yang kau semburkan keudara bebas dari balik jendela .
"kangen !"
"kangen !"
aku tertawa manja, ingin sekali memelukmu,
menari-nari bebas tanpa aturan tertentu, tanpa skenario berliku
dan kamu menyambutku dengan senyuman syahdu
seperti waktu di masa yang lalu
rasanya baru kemarin ,namun sudah begitu merindu
kamu bisa pergi dan datang kapan saja tak kenal waktu
anehnya aku tak pernah ragu kepadamu
karena kemanapun aku pergi ,dan kemanapun kamu menghilang
aku selalu jadi rumahmu pulang
aku mencintaimu, wahai Hujan...
-Yogyakarta, Romansa Hujan di Bulan November
-Yogyakarta, Romansa Hujan di Bulan November
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.