Sabtu, 14 Februari 2015

gadis dan badai

hujan datang bersama badai. ngamuk
emosi berkecamuk...
namun gadis itu tetap tenang, menyiangi tunas-tunas baru di pot miliknya
bergeming...

seketika air dari langit meronta menerpa tubuh semampainya
angin yang kuat mendorongnya kebelakang...
memaksanya masuk ke dalam mencari kedamaian yang begitu hangat
tetapi ia tak beranjak sedikitpun dari tempatnya

matanya kelilipan tanah yang ikut terhempas bersama segenap emosi barusan
perlahan ia mengerdipkan kelopak matanya
dan pandangannya membaik
gadis itu tertawa ringan, tak menghiraukan

suasana menjadi-jadi ...
atap-atap seakan siap diterbangkan
dan dia berlari menantang halilintar
liar menari dinaungan badai
kakinya seolah terikat kuat dengan tanah
buatnya yakin semuanya baik-baik saja

"akulah anak bumi !" teriaknya lantang pada langit, lantas tertawa terbahak-bahak menelan banyak tetes air hujan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.