siang memperingati lagi
"tak perlu bernyanyi !"
bahkan dia bosan dengar melodi sumbangku
tapi rasa bosan ini begitu mencekik dan memeras batin hingga kering seperti jemuran di luar sana...
"ada rambutan"
bisikan gaib tiba-tiba menghibur perut untuk kenyang tanpa pusing meninggalkan lemak.
satu persatu dikupas dengan yakin
pikiran tergelitik karena ekspektasi rasa dan segala sensasinya
"haha ! busuk !"
siapa yang bicara 'busuk' ?
siapa yang busuk ?
hentikan !
"naif !"
siapa itu ?
aku hanya berdua dengan diriku disini
mengupas rambutan yang tak sesuai ekspektasi . itu saja !
lalu dengan bahagianya makhluk itu muncul diantara jemariku, rambutan dan jemari tangan satunya.
hiiiiiy !
"hai"
baiklah ... pak ulat !!!
hai jugak, aku tak tau harus bilang apa setelah begitu banyak hal yang begitu naif dan abstrak akhir-akhir ini..
satu saja pertanyaan ku untuk mu
"woohhoo. pertanyaan apa itu ?"
aku akan bertanya baik-baik dengan nada menyenangkan buat kita..
"haruskah aku makan rambutan ini bersamamu atau aku harus memakanmu...?"
#edisi musim rambutan
22 Februari 2015 , kontrakan tosca, Sleman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.