Sabtu, 08 November 2014

"hai !"

"akhirnya !"
aku berlari ke jendela , menempelkan wajahku ke jeruji dingin dengan aksen melintir dengan warna polosan .
hidungku kembang kempis memaksakan banyak udara kuhirup sekaligus, rakus
senyum-senyum sendiri kearahmu, menghayati aroma yang kau semburkan keudara bebas dari balik jendela .

"kangen !"
aku tertawa manja, ingin sekali memelukmu, 
menari-nari bebas tanpa aturan tertentu, tanpa skenario berliku
dan kamu menyambutku dengan senyuman syahdu
seperti waktu di masa yang lalu

rasanya baru kemarin ,namun sudah begitu merindu
kamu bisa pergi dan datang kapan saja tak kenal waktu 
anehnya aku tak pernah ragu kepadamu
karena kemanapun aku pergi ,dan kemanapun kamu menghilang
aku selalu jadi rumahmu pulang

aku mencintaimu, wahai Hujan...


-Yogyakarta, Romansa Hujan di Bulan November

Minggu, 26 Oktober 2014

Belum -berfirasat-

angin belum membawa kabar berita
hujan pun cuek bebek abaikan aku
rerumputan masih menceritakan kisah yang lalu
dan menghebohkan gosip terbaru tentang sekitar
namun tak ada satupun  'aku' disebutnya

kusimpulkan sementara
alam belum beriku firasat apa-apa



Kamis, 09 Oktober 2014

Hujan Perdana -- Hujan Bulan Oktober

aroma kersen menyeruak
menyerbu masuk ke pernapasan
buatku panik-sesak , namun menyegarkan
turut mengalirkan semarak kebahagiaan
jiwanya ke dalam jiwaku

sesuatu mengulitiku dengan halus
membuka lembaran yang baru
mengembalikan sukma kesedia kala
tak ada rasa sakit, sesal ataupun kecewa
yang tertinggal hanyalah berpundi asa dan syukur akan nikmat NYA

awan hilir mudik mengalirkan rintik magis titipan Rabb alam semesta
sibuk membagi berkah dan menyerap doa manusia-manusia bumi
riuh makhluk-makhluk kerdil dibalik tanah dan dedaunan basah
meneriakkan syukur dan menari-nari didalam sana
langit selesai menjalankan 'tugas mulia' dari Tuhan

baru siang tadi rasanya ku sapa anyelir
tenang, mungil , anggun
ternyata ia bersabar menanti rizki NYA
hujan bulan oktober
dan kini matahari gagah menentramkan
hangat menatap, menanti gilirannya digantikan rembulan agung



   Sleman, 9 Oktober 2014
   Waktuku , Diantara udara dingin yang begitu 'hangat'

 

Senin, 25 Agustus 2014

waktu waktu waktu

waktu sinar pagi membasuh wajah
waktu dalam perenungan permukaan maupun dalam
waktu langit gelap menjadi konsumsiku seorang
waktu dunia terus bergulir
waktu --waktu tak pernah memperlambat geraknya
waktu kau lihat sosok ini sendirian dalam diam

percayalah,
ini adalah WAKTU KU
waktu rasa haus akan menikmati hidup hanya seorang diri beserta jiwa dan pikiran seorang diri
dimana tak ada satu waktu-pun mampu di sela oleh kenyinyiran lainnya
waktu mutlak penuh sihir
dan waktu khusus dimana aku mampu menengok kerajaanku di alam imajinasi
mengurus taman nan luas, bercengkrama dengan para makhluk ajaib, dan menikmati kehidupan yang TUHAN berikan untukku seutuhnya - sepenuhnya .



*WAKTU pagi di beranda villa antik magis,  dusun ketawang, Grabag, Magelang*

Minggu, 10 Agustus 2014

memang beda

hujan sudah peringati dari awal
kita MEMANG beda..
aku saja yang diam-diam menampiknya
dengan alibi membuka jalan kecil saja.

sejak awalpun gelagatnya tak mau mengenal lebih baik .
lantas, sosok yang mana yang di koar-koarkan  ingin kau kenali sesungguhnya ?
bukankah 'mengenal' tidak se CETEK itu ?

terpaksa buku yang baru saja ingin dibuka akan segera kututup .
kubiarkan menguap bersamaan dengan naiknya mentari yang menguasai langit pagi ini
berharap tak lagi tersangkut diawan
tak pula ingin jatuh kapan hari bersama hujan



Kamis, 31 Juli 2014

kita pergi sore ini

aku akan mengajakmu pergi
kita akan bicara dari hati kehati
menyambut senja sore nanti

akan ku tunjukkan ..
untuk apa aku diciptakan dan di celupkan Tuhan ke dalam duniamu ..

kita akan melihat ..
memastikan untuk kesekian kalinya
mempercayai untuk beribu kalinya
sebuah kepercayaan yang tetap utuh..

tak lagi menguji sisi demi sisi
tapi untuk dapatkan alasan
mengapa Tuhan membuat kita 'ada'.


Rabu, 23 Juli 2014

kombinasi

aku sepenuhnya tenggelam dalam momen kombinasi
manis, pahit, asam, bahkan mungkin asin yang saling mendominasi ..egois
dingin dan hangat dalam satu waktu
ceria berbumbu sendu dalam satu kunyahan
ini tangis atau gelak tawa
aku bahkan tak mampu menerjemahkannya
yang ku lakukan hanya merasakannya
menikmati setiap detik perubahan dan aromanya
berharap waktu tak buru-buru pamit menyuruhku segera kembali


catatan kenangan
Bandar Lampung, 23 Juli 2014 , 11:16 PM