Kamis, 22 November 2012

' NGEBABU ' DAN AKU



NGE-BABU” , 

ini salah satu istilah beken di antara kami  –penghuni kost saat memanfaatkan momen liburan sebagai ajang bersih-bersih , apapun jenisnya  (nyapu , ngepel ,nyuci baju ,bersihin kamar mandi).
Yaaa… sebenernya generasi aku dan teman-teman lamaku (sekarang udah pindah kost) yang pertama kali menerapkan istilah jahat ini ,
(maaaaf  !!  >,<)

sore ini aku mendadak memutuskan untuk NGE-BABU …
berhubung  udah gak ada ujian ,dan aku sudah cukup muak menggunakan kamar mandi bersama yang mulai  gak enak dipandang .
sehabis mandi aku nyuci piring dan beberapa gelas pagi tadi , ngerendem cucian , barulah .. beraksi untuk bersihin kamar mandi …

dan … disinilah aku dapet inspirasi buat nulis ini …
:D
hmm , sekedar cerita aja , gak ada maksud buruk yang terselubung  kok  ;p
hanya kisah kecil tentang bagaimana pengukir-pengukir jiwa kami (mama dan ayah) menanamkan butir-butir sikap yang menyatu dengan aliran darah dan setiap reseptor di raga kami …

aku bisa sampe lupa waktu kalo udah nge-babu , ditambah sambil mencabangkan pikiran kemana-mana ..
aku kadang berpikir ..
kok aku mau ngebersihin kamar mandi yang sebenernya sifatnya umum kayak gini ?
padahal dulu , waktu masih tinggal di rumah , paling males kalo disuruh bersihin kamar mandi ..
hehe ;P (buka kartu)

ngomong-ngomong soal beres-beres rumah ,
aku jadi inget mama pernah beberapa kali bilang

“Tugasnya pembantu itu HANYA mem-bantu , BUKAN ngerjain semuanya , namanya juga Cuma bantuin”

itu alasan KUAT mama , untuk melatih kami   –khususnya anak-anak gadisnya-
untuk gak ketergantungan dengan ‘si mbak’ , dan melatih kami untuk bisa mengerjakan apapun tanpa harus berpangku tangan dengan orang lain …

AKU AKUI …
dulu paling sebel kalo disuruh bersih-bersih , cemberut sambil ngerjainnya …
tapi , sambil gosok-gosok dinding keramik kamar mandi sore tadi , aku tertawa geli mengingatnya …
semua LATSUS (latihan khusus) itu , sangat berguna sekarang …

ya , gimana gak ??
mama suka bilang “ala bisa karena biasa ”

“kalo biasa tinggal di tempat kotor , lama lama bakal nyaman dengan semua debu dan keberantakan yg ada , tapi mama gak bisa … gak bisa liat yang berantakan ..”
kemudian , mama mulai ‘berdongeng’ tentang rumah kontrakan dulu , sebelum keluarga kami pindah ke rumah kami yang sekarang (itu waktu aku belum lahir berarti !)
ditambah dengan satu pesan ‘cantik’ …

“bukan masalah ,mau rumah kita sekecil apa , mau rumah kita GAK semewah punya orang … tapi yang penting rumah kecil itu di rawat dan rapih … kalo main ke rumah orang yang pinter nata rumahnya , diliat , coba dipraktekin di rumah sendiri …kalo rumah nya rapih dan bersih , kan enak diliatnya , ditinggalinnya juga enak … ”

yeaaah… dulu rasanya kalimat-kalimat itu “LEWAT” aja …
hihihi , jadi malu sendiri …

aku tadi sms mama … ngucapin terimakasih …
terimakasih karena sudah melatih kami untuk risih sama jorok ..
memang berat awalnya , tapi aku bersyukur …

semuanya ..
SEMUANYA lho … semua latihan khusus itu berguna waktu aku mulai hidup di rantauan ,jauh dari mama ayah , bahkan ‘si mbak’, seiring waktu dan seiring aku beranjak dewasa ,, INSYAALLAH  akan slalu berguna …  :')

lagi-lagi , aku bersyukur , karena dilahirkan oleeh ibu yang tak hanya mengajari , namun mendidik dan melatih kami agar mampu bertahan dan berkehidupan , di manapun kami berpijak ,

bahkan …sekarang aku bisa tertawa waku mengingat masa-masa LATSUS , dan membandingkannya dengan saat aku liburan kemarin (pulang setelah setahun merantau)
ternyata mama benar-benar hanya ‘membekali ’ kami , buktinya , waktu liburan ..
aku benar-benar merasa jadi ratu –yang bebas tugas … hahhahahaha

benar-benar dimanja , gak dimarah sedikitpun ,dan… benar-benar bebas dari tugas rumah :D
dan waktu lebaran tiba ,
aku benar-benar baru menyadari satu hal lagi yang ternyata ditanamkan mama dan ayah sejak kami ‘nalar’ …

ya … tentang  “KE-PEKA-AN”
dimana kami ‘tidak boleh’ – BAHKAN tidak BISA – meskipun diluar kontrol  untuk tidak mengerti akan apa yang terjadi di sekitar …
aku bahkan tidak bisa santai tidur siang begitu mendengar ada rapat dadakan di samping rumah ,
meski ada ‘si mbak’, bulek ,dan mama … aku tetap ‘uprek’  sama mama ,ke pasar dari pagi , nyiapin apa-apa yang mau di suguhkan , ngeracik jus alpukat yang kebetulan panen disamping rumah , dan  menyuguhkannya .. benar saja , waktu pertengahan nge-blend jus , eeeehh … listriknya mati !
alhasil , kocokan telur pun ikut beraksi …
kami berdua berusaha mengatasi situasi tanpa terlihat gupek .  (meski tetap nampak gupek) , tam uterus berdatangan , diluar prakiraan ,dan akhirnya listrik kembali hidup dan kami BERHASIL ..
aku bilang –setelah smuanya kebagian minuman-

“ma ,, aku baru sadar … ternyata ,, dirumah ini gak ada yang bisa ‘buta  dan tuli’ , sekalipun  itu pura-pura ya ma ….”

kami tertawa kecil – puas-  bersama …
sambil mengelap meja yang terkena tumpahan jus ,air dan es …



NB  :: terimakasih buat setiap butir bibit yang ditanamkan ke jiwa kami ,setiap reseptor dan seluruh aliran darah kami … terimakasih ya RABB , memberikanku pengukir-pengukir jiwa yang menakjubkan :’*
lindungilah mereka dan peluk rindu-rindu yang mengembang diantara kami :’)
AMIIN  :-*

aaah , ngebabu jadi bikin kangen rumah :'3


met rehat kawan :-* :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.