buat penikmat syair ,
buat diriku sendiri yang menyukai syair ini ...
yang masih terus berusaha mengobati segala goresan di kehidupan , berusaha untuk terus bertahan dan berkembang , juga terus MENCARI setiap makna dan kisi-kisi Tuhan ...
" hatiku selembar daun
melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring disini ,
ada yang masih ingin kupandang,
yang selama ini senantiasa luput ;
sesaat adalah abadi
sebelum kau sapu taman mu setiap pagi. "
-Sapardi Djoko Damono-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.