Sabtu, 16 Februari 2013

" tersindir tikaman tiap detik "

"Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Ya Tuhan, berat sekali melakukannya…. Sungguh berat, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik."
--novel "Sunset Bersama Rosie", Tere Liye


pertamakali membacanya di 'home' ,
aku tersenyum simpul ,malu .
seperti membicarakan diriku saja,

kemudian mulai bertanya sendiri ,
apa aku sudah terlalu sering membunuh setiap kerinduan yang muncul ?
lagi-lagi aku terkikik dalam hati , agak pahit
"tapi aku belum jadi psikopat kan ?"

jika aku benar-benar telah menjadi sosok yang menceritakan dirinya dalam kalimat tersebut ,
aku mulai menghitung , berapa banyak dan sering aku menikam tiap detiknya ?
sungguh , hal ini lucu jika dipikirkan , (bagiku)
hal ini seperti ...

mungkin semacam minyak angin yang menyadarkanku dari pingsannya sisi 'romantisme' , aroma rindu , dan semacamnya akhir-akhir ini ,
hihihi
sungguh menggelikan mengingat aku begitu tenggelam dengan pikiran , target ,dan hal-hal yang ingin kulakukan liburan kali ini

menciptakan pertanyaan yang banyak ,
"apa aku benar-benar sudah lupa dengan perasaan berat dan rindu yang beberapa kali hadir dan mengusik ?"
dan aku tak mau jika , aku benar-benar mati rasa akan kehadiran perasaan yang mengusik jiwa sensitifku , hingga kehilangan reseptor akan kehadirannya ,

Tuhan , semoga saja tidak ,
semoga saja radarku masih berjalan dengan baik,
hanya saja , jangan buatku lemah akan semua jenis perasaan itu ...

**entah kenapa , tiba-tiba teringat puisi sapardi djoko damono ,
" hujan bulan juni " , beberapa lirik lagu , beberapa motifasi , dan beberapa hal lainnya
yg lagi-lagi 'TERLANJUR' mengusik jiwa sensitif ku  ...
:')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.