Rabu, 25 September 2013

gerimis syahdu dewa-dewi

gerimis tipis menaburi baju dan kulit kami dengan rintiknya yang dingin
tak mau datang sendiri ,ia mengundang kabut tebal yang eksotis
tetes yang tersangkut di pohon pakis monyet di atas panggung
menaburkan kilauan yang halus mempesona terbias cahaya lampu panggung yang berubah-ubah

dua penari itu hanyut dalam kisah cinta mereka
gemulai menyentuh satu sama lain, lembut
kokoh kisah yang mereka bawa
mendalami sebuah cinta dalam skenario
dan mengalirkan kedalam tubuh dengan sepenuh jiwa

mataku terpana ,
merinding ...aku tak bisa bilang aku benar-benar tau maknanya
namun, aku yakin merasakan beberapa kisahnya ...
reseptor khususku yang lama koma
kini kembali hidup dan bekerja

bahwa cinta itu saling 'menopang'
tak perduli kamu kuat atau lemah
tak penting apa kamu yang lebih hebat atau belahan jiwamu
asalkan percaya , segalanya bisa terjadi
tak ada namanya 'sia-sia'

ketika bersedih dan terluka karena masing-masing jiwa
kita akan saling mencari jalan tengah dan mencoba menerima setulus jiwa
selama itu cinta ,
pasti akan baik-baik saja ..semua akan baik-baik saja

romantis dan jauh dari kata picisan , begitu syahdu dan elegan dalam kesan mistis dewa-dewi
aku membisu dalam suasana yang begitu alami dan penuh dengan kabut yang  terasa hangat di jiwa
meski aku tau aku menggigil dan berpikir akan membeku jika bertahan sampai akhir pentas

sangat mempesona ..
mungkin , hingga saat ini ..
jiwa kecilku masih duduk di depan panggung , terdiam dan terperangah dengan jiwa-jiwa penari yang tak terasa hilang dari panggung
sekalipun masing-masing raga kami telah pergi dan pulang begitu saja...
dan waktu pun terhenti untuk menghibur jiwa-jiwa kami ...


-Asian Dance Festival ,Ullen Sentalu ,Yogyakarta-
23-25 September 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.