Rabu, 25 September 2013

Mesin ke Timur , Mama

aku semakin ke timur , mama ..
kesempatan yang Tuhan berikan membawaku semakin ketimur
timur yang jauh darimu , timur yang jauh dari dekapmu ,
timur yang jauh dari usapan tangan hangatmu
timur yang dibatasi lautan dan panjangnya pulau ini ..

seberapa besarnya upayaku meyakinkanmu ,
tetap saja aku si ragil kecil bagimu ,bukan ?

namun mesin udara ini mengangkat ragaku semakin tinggi
semakin tinggi , semakin ke timur
mesin dan tekhnologi membuat jarak yang jauh di sebrang lautan menjadi
"bukan apa-apa" - alias tak berjarak

namun tetap saja ,
aku tetap ragil kecilmu yang 'manja' kan ,ma ?
kau pasti sulit mengakui jika aku telah tumbuh mendewasa

teknologi dan mesin ini membantu memaksa diri untuk meninggalkan tanah kelahiran dengan lebih mudah dan secepat mungkin
bisaku hanya menitipkan ke Tuhan Yang Maha Baik
apa-apa yang tak mampu aku boyong ke rantauan

awan nampak berbondong-bondong ke barat
seolah pamer dengan migrasinya yang berlawanan denganku
segerombolan kapas putih di angkasa kembali menyerbu
bergunung-gunung uap air di dalamnya menerpa mesin yang membawaku ke timur ini

untuk beberapa saat ketika jendela tertutup cahaya putih
kutitip air mata dan kerinduanku pada Tuhan
yang mungkin butuh waktu setahun lagi untuk kutumpahkan
yang mungkin akan menggelembung sesak saat menyimpannya

Tuhan ,  kutitip semuanya pada Mu ..
SEMUANYA ..
karena kuyakin engkau memeluk mereka untukku ..

sekalipun aku di ratusan kilo ke Timur
aku tetap ragil kecilmu yang tak lepas kau doakan ,kan Ma ?
aku tau ...karena aku dapat merasakan di sekujur tubuhku ,
doamu mengalir deras di aliran darahku ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.