hai..
aku tanah , seperti yang pernah kukatakan sebelumnya kan ?
tak seperti laut yang bening biru transparan, dengan molekul rapatnya ...
tanah tak bisa kau selami dengan gerakan bebas.
jika ingin mendalami, maka perlu menggali
jika ingin mencapai tempat tertinggi, maka perlu mendaki.
awalnya mungkin perlu sombong untuk dapat menakluki,
tak apa.. silahkan.. anggap saja itu bentuk 'optimisme'
kuhargai, pasti
langkah awal memang penuh energi, landainya daratan yang dipijak ditambah tatanan batu kali yang sudah ditata oleh seseorang sebelumnya pasti mempermudah ..anggaplah itu 'warisan'
dari petualang sebelummu
beberapa menit berlalu, mulai terengah ?
ya.. sebentar lagi kau akan menghadapi pilihan.
kau bisa memilih yang lebih mudah, atau jalan baru yang tak kau tau riwayatnya.
kau yang menentukan ..
baiklah , jika kau tetap memilih jalan baru dengan segala resikonya di depan.. kuanggap itu keberanian..
kau naik ke level 2.
teruslah melangkah, aku-tanah- secara tak langsung akan menuntunmu ke atas.
sudah setengah jam lebih kau berjalan, namun belum mencapai setengahnya ?
bekal minum tinggal separuh ?
kakimu tergelincir beberapa kali ..
kau merasa dipersulit ?
tenanglah .. apa kau masih ingin lanjut ?
aku tak sejahat itu .. kau lihat didepan sana ? duduklah ditanah datar sebelah sana..
istirahatlah .. lihatlah separuh pemandangan yang sudah kau capai .
apa 5 menit cukup ?
jangan terlalu lama berhenti, atau kakimu akan semakin lemas .
kau masih ingin menaklukkan jalur selanjutnya ?
baiklah .. naik ke level selanjutnya..
semangatmu bagus.
'tiga' artinya pertama kau menemukan, kedua kau tertarik, lalu kau berusaha mencari tau .
kita lanjutkan ya..
apa ? jalan semakin sempit dan curam ?
ya.. itulah kenyataannya . jika terlalu landai .. bukankah tidak menantangmu ?
ingat.. ini kelanjutan dari pilihan mu awal tadi.
terasa seharusnya sudah sampai, tapi nyatanya kau tak bisa memprediksi ini akan kemana ?
yah .. tapi sudah setengah jalan lebih kan?
disinilah kau diuji ..
kegigihan, kesabaran, kepercayaan ...
beberapa langkah kedepan .. kau ditawarkan dengan dua pilihan..
ada jalan baru yang lebih meyakinkan untuk 'wisatawan umum' .. meski kau tak yakin juga akan mengikuti track atau tidak ..
akan ada banyak hal menarik saat kita memperjuangkan sesuatu memang .. itulah yang kusebut 'godaan'..
tapi.. jika kau lulus kali ini .. mungkin kau patut dipertimbangkan sebagai penakluk tangguh.
kau tetap ingin lanjut ?
baiklah .. apa alasanmu ?
oke..simpan saja dulu .. aku sudah cukup menerjemahkan dari degup jantung yang tersalur ke bumi, dari peluh yang mengalir melewati pelipismu , bahkan dari pancaran bola matamu.
sebentar lagi kok ..
aku akan memberi sinyal dan trik alami ..
didepan sana tanah tak begitu padat , berhati-hatilah ..
oh iya.. gapai benda kuat apa saja yang bisa membantumu naik .
ada akar besar di depan.. pijaklah .. naik perlahan.. tak perlu terburu-buru
nikmatilah udara yang penuh uap air ..
tidakkah lucu saat masuk ke paru-paru melewati hidungmu ?
lihatlah jurang dibawah sana .. keren bukan ? dan kau tak lagi melihat dasar kau berpijak ..
bukankah kau sudah hampir mencapai puncak ?
sekarang lihatlah keatas
cahaya matahari mulai menyentuhmu .. menyambutmu diatas..
ia muncul dari balik pepohonan tinggi
melambai menarik lenganmu
tinggal sedikit lagi .
dan ..
beberapa langkah lagi .
awas terkecoh . ada jalur yang mengarah ke jurang , yak ..benar, jalur yang itu
selamat datang di atas.
kau berhasil mendapatkan tempat tertinggi..
silahkan beristirahat , merayakannya dengan minuman yang kau bawa untuk menghapus dahagamu ..
kau boleh berteriak, menari, berfoto, apaaaaa saja ..
tak perlu kau pahat pepohonan, ataupun mencoret- coret bebatuan ..
cukuplah langit, angin, waktu , ingatanmu ,dan aku-tanah- .. yang akan mencatat kehadiranmu disini . dipuncak ini .
lagipula ..kau sudah menaklukkan ku , apalagi ?
mari bersenang-senang .
**inti sastra ini dibuat di dalam pikiran selama pendakian kecil kemarin, muncul begitu saja dan menari ikut mendaki ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.