" ada begitu banyak orang yang melakukan pengorbanan, memaafkan, memaklumi ..
namun lebih banyak diantara orang-orang tersebut justru mengabaikan pengorbanannya, permaafannya, permaklumannya.
apa hal semacam itu 'ujian' dari Tuhan untuk 'kenaikan level' nya ?
atau orang semacam itu termasuk golongan yang terlalu bodoh dengan banyak permaklumannya ?
dan yang mana kita ?
jawabnya hanya bisa ditemukan dengan kerendahan hati dalam koreksi diri, pengakuan dari tokoh 'si pemberani' dan permaafan dari sang kesatria yang sesungguhnya telah tinggal bersamaan dalam jiwa , di satu raga "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.