Rabu, 28 Januari 2015

kabut

lubang hidungku tak cukup besar untuk menangkap berbagai aroma pagi itu
melawan arus angin dengan kecepatan

"hey !!!"
mereka panik ketika mentari meneriaki
kabut yang turun dari semalam
mencumbui pepadian dimuka bumi yang centil menggoda...

"haah.. darah muda !"
buru-buru awan tipis nekad itu menguap keatas.. membaur dengan muka polos dan terbang tinggi sebagai partikel yang lebih halus dari sebelumnya
tujuannya satu -segera kelangit !-
dikiranya sang surya tak pernah muda


benaknya diisi angan obsesif akan cinta pertama dan sejati
"hahahaha"
dia berharap segera mengepal bersama uap lainnya
berarak dari atas ke bawah
kembali turun dengan naluriah, kepolosan beserta kebodohan ala sosok muda belia

menemui kisah cintanya yang baru saja ia mulai
berpeluk dalam rindu
berselimut penuh asa
menyatu dengan syahdu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.