berlari membelah lautan manusia
menyisiri ilalang keraguan yang menjulang sampai langit,
menutupi dengan kekhawatiran yang mendramatisir mimpi dan harapan
mengambil serpihan kemungkinan yang digali, mengerahkan seluruh kekuatan
mencari dimana kesatria sejati berada
berharap tak ada lagi yang bisa sakiti diri
pada akhirnya, terjatuh tepat di depan kubangan air yang tenang, sisa hujan semalam...
matanya tertuju pada cermin alam itu
air memberi aba-aba
sengaja bergeming
merefleksikan sosok kesatria yang dicari-caruselama ini...
ia ada...benar-benar ada...
menggenggam erat jiwa
mencairkan rasa yang terlanjur beku,
menjahit rajutan yang kadung terlepas,
memperjuangkan apa yang layak diperjuangkan .
dan ia bersemayam kokoh dikerajaannya
'didalam sini'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.