ombak menjadi 'kulit wajah' yang menyesuaikan pergulatan angin di atas sana
kemudian manusia mengenal 'sang laut yang mendebur'
lalu ia berbalik lantas membentuk gelombang besar dan kecil sesuai irama angin...
manusia berpikir "mungkin laut punya seribu wajah"
namun yang ter-ramahlah yang sering dikenakannya
sedang jauh dibawahnya laut mengalun tenang
memiliki arus sesuai kuasanya
berbisik pada terumbu karang didasar sana
bercengkrama dengan bulu babi yang katanya sensitif sekali
kakinya digelitiki jalaran rumput-rumput laut yang berisikan ikan-ikan dan udang
begitu adanya, sejak dulu hingga dunia terpecah
menyimpan sejuk dikala langit terang
membagi hangat saat rembulan merangkak keluar
sedangkan angin tetaplah angin, ia memanas dan mendingin sesukanya
memprovokasi setiap makhluk dan pergerakan diatas sana...
namun laut akan tetap menjadi laut.
terlepas dari hingar bingar yang menceritakan keanggunan dan misterinya disekujur ujung dunia
sejauh itu pula angin tak akan pernah mampu mempengaruhinya
bahkan sekedar untuk menjamahnya
"laut memang begitu adanya", semesta memberi aba
-selamat beristirahat, selamat bekerja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.