turbulensi besar mengoyak dunia yang ku rawat dengan baik
porak-poranda, air mata entah berapa banyak terbuang
hingga mungkin habis dari sumbernya
berteriak namun hening yang merefleksi kencang
menghempasku keras,
aku mati.
kadar gelombang menipis
lambat laun kurasai kembali reseptor di wajahku, kepala,
merambat perlahan hingga ujung kaki
roh ku dimasukkan kembali
ini bukan reinkarnasi
aku hidup kembali
syaraf diotak berkerja lebih baik, kurasa
motorik kembali dengan ceria dan baik-baik saja
lebih aktif nyatanya
namun kini ada yang berbeda.
aku dikutuk
untuk menjadi makhluk asing di bumiku sendiri
mendengar apa yang tidak terdengar
melihat apa yang tidak terlihat
menyentuh segala yang tak terjamah
dan hidup berdua tak terpisahkan dengan satu makhluk aneh
yang tak kukenal sebelumnya.
"jiwaku"
sejak kebangkitan dari mati itu
rasa takutpun musnah
seperti menjadi sosok yang baru kukenali
dimana tak ada yang mampu memahami seperti diri
dan tentu saja Tuhan yang membuat cerita itu sendiri
bolehkah bertanya (?)
lantas, dibagian mana
makhluk lain yang nyatanya serba sama
dalam bumi dan arus stereotype
yang melihat dalam buta
mendengar dalam tuli
dan bicara dalam bisu
berhati namun mati
atau disebelah mana makhluk lain tersebut berhak menyatakan tahu apa yang aku ketahui secara utuh (?)
sedang mereka tak mengetahui .
sama sekali
#rangkaiansajak3/4gila #psnk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.