beberapa kali kumasukkan gula dan garam , gula lagi , dan sedikit garam lagi ...
cabe rawit , sudah (cukup) banyak , bawang merah juga , well , jangan lupakan cuka dan air...karena konsentrasi asam gak boleh digunakan "bulat-bulat", tapi harus dilarutkan supaya efek asamnya gak bikin 'iritasi' apalagi korosif ...
yeah , agak menggelikan berbicara dengan sedikit ilmu kimia dalam urusan masak memasak ...
konsentrasi , larutan , pH ... and the others ...
intinya sih , biar makanan gak bawa pengaruh buruk berlebihan ,
jadi gak cuma enak , tp baik ...itu aja
beberapa kali aku ngomel dengan "si mbak"
beliau udah cukup lama mengbdi dikeluarga ini ,
beliau yang juga sudah mengurusku sejak kecil ..
jadi kami sudah anggap dia seperti anggota keluarga kami sendiri
layaknya acar , beberapa kali kita mesti menakar gula , garam , cuka , air ,dan efek cabai didalamnya
hanya untuk mendapatkan citarasa yang menggabungkan keseluruhan rasanya ,
asam , manis, pedas ,segar ..
yeah , menyatukan hal yang berbeda dalam satu mangkuk
supaya bisa dinikmati dengan setiap detail unik rasa masing bahan ..
layaknya seperti KELUARGA ..
yeah , keluarga ...
dulu aku suka bete kalo di omelin mama lantaran lupa atau gak bisa nakar satu hal dengan benar ,
sosok IBU memang identik dengan ceriwisnya , tapi entah kenapa ,
kini , aku merasa seorang ibu memang harus 'CERIWIS' , kenapa ?
rasanya , kau akan mengetahuinya setelah mendalami tentang bersabar menghadapi keceriwisannya ,sesekali terisak menganggap ibumu kejam , mencari alasan kenapa harus dimarahi , menolerir karna kita juga sudah dibesarkan dengan sangat baik hingga LAYAK dipandang sejajar dengan anak-anak lain dengan baju-baju bagus di lemari ,sepatu ,tas , kendaraan ,dan lainnya ,
kemudian melihatnya melepasmu ke negri sebrang dengan tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya dengan menitikkan air matanya , dan ketika kamu mulai menjalani kehidupanmu -mengurus dirimu sendiri- menceriwisi dirimu sendiri supaya gak malas, kemudian kamu akhirnya mampu hidup mandiri dengan APA-APA yang diajarkannya dengan bumbu keceriwisan dan ketegasannya ,
BARULAH , kamu sadar , memang harus begitu seorang ibu , membuat anaknya mampu hidup mandiri meski tanpa ia disisi anaknya , dan kamu akan menyadari bahwa YANG DULU ,, HANYA TRAINING MASA REMAJAMU yang telah lalu (yang hanya sesaat)
ketika kamu kembali ke rumahmu setahun sekali untuk puasa dan lebaran bersama , dan kamu benar-benar sudah menjadi gadis dewasa yang tangguh , matang , serba-bisa, coba deh perhatikan ...
KAMU GAK AKAN DICERIWISI tentang apapun ketika ibumu melihat anaknya sudah sangat MAMPU DIANDALKAN ...bahkan kau akan lupa-selupa-lupanya bahwa dulu kau kesal setengah mati ketika disuruh ini itu :'D
:'))
aku nyaris berkaca-kaca mengingat STRUKTUR rencana KEIBUAN itu ..
betapa berlalu secara alamiah !
menakjubkannya NALURI seorang ibu dalam mendidik anaknya...
keceriwisanku tentang gula merah yang belum diirisi "si mbak" untuk ku masak nanti , juga acar yang begitu seabrek namun aku sempat merasakan khawatir dengan ketimunnya , membuatku merasa mulai mewarisi keceriwisan ibu-ibu ,,,
hehe ...karena yang ada dalam pikiran ku saat menemukan hal yang tidak beres dalam makanan , itu cukup bahaya , karena yang makan satu keluarga :)
mungkin karena itu ibu sangat teliti dan ceriwis ,, demi memberikan yang terbaik untuk SEMUANYA :'D
Sekarang , tinggal kami , anak-anak PEREMPUAN ibu kami yang di didik dengan cara "se-menakjubkan" ini , memikirkan bagaimana menciptakan image baru seorang ibu ...
memikirkan bagaimana kita mampu meminimalisir IMAGE CEREWET, menggantinya dengan hal lain yang lebih menyenangkan , namun cukup tegas dalam mendidik anak-anak kami untuk bisa mandiri kelak ...
^0^
mungkin dengan cara mirip seperti ANNE dalam buku ,ANNE OF INGLESIDE :') eheheh
semoga kelak , kita -para gadis-gadis menjelang dewasa ini- mampu menjadi karakter IBU KEBANGGAAN , yang hebat , menyenangkan , tegas , dan menakjubkan untuk dijadikan panutan anak-anak kita kelak , dan mampu mencetak generasi yang bertakwa ,mandiri , dan juga menakjubkan...
amiin YA RABB :'3
-kisah sore bulan Ramadhan-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.