Udara dingin diawal Agustus begitu terasa kaku
setelah Juli yang begitu ceria dan hangat ,
rasanya jiwaku masih belum bisa menerima kehadirannya
seutuhnya , belum bisa…
menghela nafas panjang , sambil sesekali digoda angin pecicilan yang agak brutal
aku silangkan kaki agar dapat menghasilkan energi kalor
dan berharap bisa menghangatkan jemari kakiku
begitu dingin dan agak sendu …
mengingatkanku akan sebuah kenangan beberapa bulan lalu
sesekali senyumku menghangat … dengan keadaan yang agak berbeda..
tentang romansa dua hari satu malam yang begitu menggoda
hahaha , tak perlu curiga …
setelah Juli yang begitu ceria dan hangat ,
rasanya jiwaku masih belum bisa menerima kehadirannya
seutuhnya , belum bisa…
menghela nafas panjang , sambil sesekali digoda angin pecicilan yang agak brutal
aku silangkan kaki agar dapat menghasilkan energi kalor
dan berharap bisa menghangatkan jemari kakiku
begitu dingin dan agak sendu …
mengingatkanku akan sebuah kenangan beberapa bulan lalu
sesekali senyumku menghangat … dengan keadaan yang agak berbeda..
tentang romansa dua hari satu malam yang begitu menggoda
hahaha , tak perlu curiga …
aku tak bisa berbohong kalau aku benar-benar jatuh cinta
bahkan aku belum bisa merasakan jiwaku ikut bersamaku pulang
sekalipun tubuhku tergeletak di Jogjakarta
ingin menangis agar tinggal lebih lama jika aku bisa ,
sayangnya aku lupa caranya menangis , merajuk ,
haaah , bahkan aku masih sanggup merasakan hawa sedingin es di ujung batang hidungku
bersamaan dengan hangatnya matahari yang menyentuh kulitku
perbedaan temperatur yang membuatku terpana saat itu
sama seperti anak kucing yang terpesona dengan ilalang yang digerakkan ,
norak memang , tapi jiwaku sungguh terpesona dengan ciptaanNYA itu
berada di tanah tinggi dan serasa tepat dibawah langit ,
sayangnya aku lupa caranya menangis , merajuk ,
haaah , bahkan aku masih sanggup merasakan hawa sedingin es di ujung batang hidungku
bersamaan dengan hangatnya matahari yang menyentuh kulitku
perbedaan temperatur yang membuatku terpana saat itu
sama seperti anak kucing yang terpesona dengan ilalang yang digerakkan ,
norak memang , tapi jiwaku sungguh terpesona dengan ciptaanNYA itu
berada di tanah tinggi dan serasa tepat dibawah langit ,
tak bisa digambarkan bagaimana kenyangnya aku
dengan pemandangan di langit yang super luas terhampar
dengan miliaran bintang yang dengan senang hati
bertaburan dan berpendar diatas kepala
seakan kau bisa menyaringnya dengan jaring penangkap ikan !
aku tak bisa berhenti tersenyum dan terus memuji keindahannya
aku belajar banyak disana , ilmu-ilmu baru yang keren
yang justru diajarkan oleh alam dan rasa
semakin kutemukan siapa jiwaku , dan beberapa pertanyaan
saat kutemukan dandelion dengan satu anai-anainya yang mau lepas,
obrolan hingga malam , canda tawa dengan teman ‘seperguruan’,
menciptakan asap ketika kau berbicara … mengesankan !
kami mendaki bukit tertinggi
dengan posisi terbaik , ditengah malam
hanya untuk saksikan matahari yang terbangun dari tidurnya
perlahan ,dingin ,nyaris beku , namun menakjubkan ,
dengan merapi dan beberapa gunung di ujung sana
jika diminta untuk kesana lagi pada suatu waktu yang tepat
aku akan sangat bersenang hati , dan tak rela menolak
siapa yang tak suka ? saat menyadari dirinya sebagai seorang
“anak manusia” yang menjelajah “tanah dewa”
:’)
## smoga aku berkesempatan kesana lagi , amiin ya Rabb :-*
kenangan tanah yang penuh cinta – Di Hyang
hanya untuk saksikan matahari yang terbangun dari tidurnya
perlahan ,dingin ,nyaris beku , namun menakjubkan ,
dengan merapi dan beberapa gunung di ujung sana
jika diminta untuk kesana lagi pada suatu waktu yang tepat
aku akan sangat bersenang hati , dan tak rela menolak
siapa yang tak suka ? saat menyadari dirinya sebagai seorang
“anak manusia” yang menjelajah “tanah dewa”
:’)
## smoga aku berkesempatan kesana lagi , amiin ya Rabb :-*
kenangan tanah yang penuh cinta – Di Hyang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.