Rabu, 01 Agustus 2012

kenangan magis penuh cinta tanah dewa - Di Hyang


Udara dingin diawal Agustus begitu terasa kaku
setelah Juli yang begitu ceria dan hangat ,
rasanya jiwaku masih belum bisa menerima kehadirannya
seutuhnya , belum bisa…

menghela nafas panjang ,  sambil sesekali digoda angin pecicilan yang agak brutal
aku silangkan kaki agar dapat menghasilkan energi  kalor
dan berharap bisa menghangatkan  jemari kakiku
begitu dingin dan agak sendu …

mengingatkanku akan sebuah kenangan beberapa   bulan lalu
sesekali senyumku menghangat … dengan keadaan yang agak berbeda..
tentang romansa  dua hari satu malam yang begitu menggoda
hahaha , tak perlu curiga …
Aku hanya menjamah “tanah dewa” , Di-Hyang (Dieng)
aku tak bisa berbohong kalau aku benar-benar jatuh cinta
bahkan aku belum bisa merasakan jiwaku ikut bersamaku pulang
sekalipun tubuhku tergeletak di Jogjakarta
ingin menangis agar tinggal lebih lama jika aku bisa ,
sayangnya aku lupa caranya menangis , merajuk ,

haaah , bahkan aku masih sanggup merasakan hawa sedingin es di ujung batang hidungku
bersamaan dengan hangatnya matahari yang menyentuh kulitku


perbedaan temperatur yang membuatku terpana saat itu
sama seperti  anak kucing yang  terpesona dengan ilalang yang digerakkan ,
norak memang , tapi jiwaku sungguh terpesona dengan ciptaanNYA itu
berada di tanah tinggi dan serasa tepat dibawah langit ,

tak bisa digambarkan  bagaimana kenyangnya aku
dengan pemandangan  di langit yang super luas terhampar
dengan miliaran bintang yang dengan senang hati
bertaburan dan berpendar diatas kepala

seakan kau bisa menyaringnya dengan jaring penangkap ikan  !
aku tak bisa berhenti tersenyum dan terus memuji keindahannya
aku belajar banyak disana , ilmu-ilmu baru yang keren
yang justru diajarkan oleh alam dan rasa

semakin kutemukan siapa jiwaku , dan beberapa pertanyaan
saat kutemukan dandelion dengan satu anai-anainya yang mau lepas,
obrolan  hingga malam , canda tawa dengan teman ‘seperguruan’,

menciptakan asap ketika kau berbicara … mengesankan !
kami mendaki bukit tertinggi  dengan posisi terbaik , ditengah malam
hanya untuk saksikan matahari yang terbangun dari tidurnya
perlahan ,dingin ,nyaris beku ,  namun menakjubkan ,
dengan merapi dan beberapa gunung di ujung sana


jika diminta untuk kesana lagi pada suatu waktu yang tepat
aku akan sangat bersenang hati  , dan tak rela menolak
siapa yang tak suka ? saat menyadari dirinya sebagai seorang
“anak manusia” yang menjelajah “tanah dewa”


:’)
## smoga aku berkesempatan kesana lagi , amiin ya Rabb :-*
     kenangan tanah yang penuh cinta – Di Hyang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.