berdansa dengan ilalang penuh suka cita
menangis bersama hujan
dia begitu tau bagaimana caranya menutupi air mata
yang mengalir diantara derasnya bulir air hujan
membuka mata dengan setiap syaraf penglihatan dan godaan cahaya
membuatku silau dan terbangun
diburu oleh waktu ,
dia benar-benar ahlinya membuatku grasa-grusu
bertelanjang kaki menyentuh bumi yang mulai lelah
berbaring di rerumputan menyatukan degup jantung diantara kita
menatap dan terus menatap ke awan yang berarak-beriringan
bertanya pada langit , 'tidakkah kau bosan diatas sana' ?
meski pada akhirnya takut sendiri kalau langit runtuh...
bertanya pada angin centil yang mondar-mandir cari perhatian
'bisakah kau tenang sejenak , temani aku mengobrol ?'
menguping gosip diantara kuncup-kuncup aster liar ,
belajar banyak dari dandelion yang ingin terlepas bebas
mendarat dimana angin menjatuhkannya
memulai kehidupan baru ,ditanah yang baru ,dengan generasi baru
dan aturan baru ...
menyapa seleksi alam yang sekarang berteman
menyalami jiwa-jiwa yang rapuh untuk mampir sejenak
menghirup segarnya kehidupan
dan membawanya berimajinasi liar ke alam mimpi
membiarkan jiwa terlepas dari raga -sebentar saja
mencari passion untuk membujuknya pulang
memupuk atmosfer ambisi dan pantang menyerah
mengarungi rimba kesabaran untuk pada akhirnya bertemu dengan 'cinta'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.